Setelah memijakkan kaki di kota kota yang berbeda selama 4 hari terakhir akhirnya saya kembali lagi ke kotak kecil 3×3 meter di “desa” industri yang panas ini. Ya, hanya 4 hari memang tapi rasanya ini cukup memberikan sedikit kesegaran di otak saya dan seperti kebanyakan buku yang saya baca bahwa dalam setiap perjalanan hal yang menarik adalah “menemukan” kali ini saya akan bercerita tentang apa yang saya temukan selama empat hari bepergian dengan modal sedikit rupiah dan banyak kenekatan :p

Apa yang saya temukan kali ini?
“Wajah” ya kali ini saya akan menceritakan tentang temuan saya yang satu ini. Wajah-wajah yang saya temukan selama perjalanan yang masing-masing memiliki cerita dibaliknya (Tentunya cerita versi saya, karena tidak semua pemilik wajah itu sempat saya tanya :p)

Lelah– Wajah pertama ini saya temui ketika menumpang travel dari Karawang ke bandung, wajah ini mewakili tubuh gempal si pemilik nama Subagio. Dari sedikit cerita yang saya dapat ini adalah rutinitas hariannya selama 5 tahun terakhir, duduk dibelakang kemudi izuzu elf melintasi Tol purbalenyi dan padalarang sampai dia hafal betul setiap lekuk dari jalanan ini. Wajah ini memang luar biasa, saya tahu betul bagaimana lelah yang diceritakan tapi senyum masih nampak walaupun samar-samar. Mungkin ini yang dinamakan menikmati hidup, dan seberapa bosanpun dengan apa yang biasa kita lalui tetap saja jalanan itu harus dilewati karena jika tidak saya dan rombongan lain di mobil ini tidak akan sampai di bandung.

Waw, sudah siang rupanya. OK saya bersiap dulu, wajah berikutnya akan saya ceritakan nanti malam.