Curhatan Pikiran

IKHLAS,,,

August 29, 2010

Ikhlas,,,
yap kata itu namapaknya akhir-akhir ini sedang sangat populer di telinga kita. Apalagi dibulan Ramdhan ini kata itu sering jadi tagline dalam berbagai iklan di TV baik itu iklan komersial maupun sosial..

Dan satu hal yang ada dalam pikiran saya adalah apa sih sebenarnya Ikhlas itu? Dan bagaimana biar kita bisa diaktakan Ikhlas?

Dari pemikiran itu saya mencoba Googling untuk mencari tahu apa sebanarnya arti kata ikhlas itu dana dari beberapa pernyataan ada dua buah simpulan yang menurut saya cukup menarik,

Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.

Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.

Dari dua pernyataan tersebut nampak cukup jelas apa itu Ikhlas dan bagaimana menjadi Ikhlas, tapi apa mungkin dengan penjelasan ini saja kita kemudian bisa menjadi Ikhlas???

Saya rasa menjadi Ikhlas itu bukan sebuah pekerjaan yang mudah karena sekalipun kadang kita mengatakan sudah Ikhlas dalam menghadapi sesuatu terkadang masih saja ganjalan dihati yang menajak kita untuk tidak rela? nah pakah yang demikian ini sudah Ikhlas namanya?

Perlu lebih dalam lagi memang untuk memahami sebenarnya bagaimana Ikhlas itu bisa terjadi dalam diri kita, dan akhirnya kita benar-benar menjadi orang yang Ikhlas bukan hanya dari kata-katanya saja.

Menurut saya Ikhlas itu adalah sikap, bukan sesautu yang perlu dikatakan namun cukup ditunjukkan ketika ketika menghadapi suatu keadaan.

Fakta yang menarik lagi dalam belajar tentang Ikhlas adalah apa yang ditunjukkan oleh iklan komersil salah satu perusahaan Bank Nasional Berikut ini.

Pernahkan kita membayangkan seandainya iklan ini adalah sebuah kejadian nyata dan kita menjadi pelaku dalam video ini, misal kita menjadi orang yang menyewa payung apa sikap yang akan kita ambil?
Dan seandainya kita ada disana entah sebagai rekan atau lawan dari si penyewa payung dan melihat serta mendengar dengan jelas percakapan antara penyewa payung dan anak kecil itu, apa sikap yang akan kita lakukan?
Saya rasa dua pengandaian itu akan cukup untuk menanyakan pada hati kita apakah Ikhlas itu, dan sudah sampai sejauh mana keberadaanya dalam diri kita. Tanpa harus berandai-andai untuk menjadi sosok anak kecil itu karena itu amat sangat berat,,,

Mari terus belajar untuk menjadi Ikhlas….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.