“embun” di sore hari

Pagi ini aku terbangun menggenggam pertanyaan pertanyaan yang sampai larut tadi tak kutemukan jawabanya..

Kabut tipis yang tiba-tiba saja menyelimuti kota ini semakin menenggelamkan apa yang ku cari. Jauh kedalam dinginya pagi dan keheningan langit aku berdiam memandangi sisa kekuatan malam dalam bentuk butiran air yang ketakutan diujung dedaunan karena pagi yang akan mengantarnya pergi menguap dan menjalani siklus abadi yang tak akan pernah dia tahu kapan berhenti.
Seperti itukah mimpi?
Mendadak menjuat diujung otakku tentang apa yang sedang kucari, Muncul sebagai kekuatan besar dalam suatu saat lalu kemudian lenyap oleh keadaan dan muncul lagi suatu saat lalu kembali hilang karena keadaan? seperti siklus yang terus berputar bergantung pada hal yang sebenarnya sama dan waktu yang mungkin juga sama namun tak pernah kita sadari sepenuhnya. Read more

Mimpi

Mimpi,,
Seperti apa sebnarnya mimpi
Apakah seperti yang hilang saat aku terbangun dipagi hari

Mimpi,
Hari ini aku bertanya pada hati tentang mimpi
Mencari jauh kedalam lubuk diri tanpa henti
Tapi tak ada penjelasan tentang arti mimpi

Mimpi,
Kemarin aku mencari jauh sampai ketempat dimana kukira ada mimpi
Tapi kemudian aku justru tersesat dan kembali tanpa penjelasan berarti

Mimpi,
Aku dulu pernah diajari tentang ini
tentang bagaimana harus memelihara mimpi
Read more

Renungan untuk “Ayah dan Ibu”

Hari ini banyak saya habiskan di depan layar Fujitsu saya, dengan koneksi yang pas-pasan alias limit akhirnya saya putuskan untuk mengudak udak page Facebook saya mulai dari awal saya join sampai saat-saat menjadi remaja galau, hahaha

Dan akhirnya saya menemukan sebuah coment luar biasa dari seorang teman bernama Irfan Sudrajat Subroto, dalam salah satu note yang saya tulis untuk Ayahku. Saya ingat betul dulu saya sempat menangis setelah membaca coment ini, dan sekarang pun saya masih tetap menangis ternyata. Karena hal itulah saya putuskan untuk memuat penuh semua coment itu dalam postingan saya kali ini, dan semoga ini bisa jadi insprirasi untuk kita semua :)
Nah berikut coment lengkap itu, Selamat memnikmati Read more

Le Petit Prince

Belakangan ini rasanya hidup saya makin ribet saja, banyak sekali bercampur aduk pemikiran tentang hal yang mungkin sebenarnya saya sendiri belum bisa mengerti sepenuhnya.. Sampai akhirnya ada yang merekomendasikan untuk membaca buku terjemahan karya penulis perancis Antoine de Saint-Exupery yang hanya setebal 100 halaman. Buku yang tidak sampai sehari bisa habis dibaca namun bisa mengajarkan banyak hal pada pemikiran hidup saya selama ini yang ternyata hanya terjebak pada pemikiran saja. Buku berjudul asli “Le Petit Prince” atau yang kemudia disadur kedalam bahasa inggris menjadi “The Little Prince” ini benar-benar mampu memberikan tramparan pada pemikiran saya selama ini.

Okay cukup sudah sekilas info komersilnya…
Karena sekarang saya mau membahas petiukan-petikan dari buku itu yang mungkin bisa jadi insprirasi untuk kita semua. Read more

Demo untuk rakyat??

Demo,,

Rasanya sangat aneh kalo sekarang ini berita di TV tidak membahas tentang demo kenaikan BBM, sesungguhnya benarkah para demonstran itu memperjuangkan nasib rakyat?

Saya punya sebuah cerita tentang efek dari demo yang sekarang sedang hangat, yang katanya memperjuangkan nasib rakyat.

Karena demo yang sedang ramai melanda ada sebuah perubahan drastis yang saya rasakan ditempat kerja saya sekarang, yah mulai kemarin sore pabrik ditutup karena kita tidak bisa kirim barang akibat efek dari demo yang melanda akhir-akhir ini. Dan penutupan sementara yang mungkin akan lama ini setidaknya telah menghambat nafkah dari 1000 karyawan yang masing-masing rata-rata mewakili dua mulut untuk dikasih makan, artinya ada sekitar 2000 orang yang saat ini sedang terancam terganggu jadwal makan mereka.

Barangkali memang ini tidak bisa digeneralisir bahwa demo sesungguhnya malah membuat rakyat sengsara, tapi semoga bisa menjadi renungan kita bersama bahwa cara ini bukan cara terbaik untuk memperjuangkan nasib rakyat! Karena kenyataannya justru menimbulkan efek buruk bagi rakyat. Mari kita renungkan sejenak teman-teman

Jogja!! 120km ke selatan

Matahari masih malas saat saya turun dari bis Shantika jurusan jakarta kudus tepat diseberang sungai yang banyak disebut orang dengan nama kali banteng.Yah this is not my destination karena tujuan saya sebenarnya adalah kota bakpia, namun kali ini saya mencoba eksperimen baru dengan singgah dulu di kota lumpia dan fatalnya adalah bis yang saya tumpangi tiba lebih cepat dari prediksi saya sebelumnya.

Nampaknya kemarin sore sebelum berangkat tu supir bis habis putus cinta atau mungkin habis nembek cewek dan ditolak lalu melampiaskannya kekesalannya dengan menginjak pedal gas dalam-dalam saat menyetir. Alhasil sering terjadi teriakan spontan “Astagfirulaah” dari hampir seluruh penumpang bis dengan 28 kursi itu. Terikan yang tanpa komando namun selalu serempak dan kompak, nampaknya ini supir berbakat juga jadi composer selain jadi pembalap jalanan.

Kembali pada nasib saya yang terdampar pagi-pagi buta tanpa tahu arah barat, timur, utara dan selatan karena saat sholat subuh disebuah SPBU di kali banteng saya merasa menghadap ke utara bukannya ke barat. Meskipun ini kepagian setidaknya ini sesuai dengan rencana karena tak jauh dari tempat saya turun tadi sudah terlihat dengan gagah agen bis berdiri diseberang jalan, yang walau masih tutup setidaknya saya bisa bersyukur karena itu berarti semua akan sesuai dengan rencana.
Hampir jam 5 pagi saat agen bis Nusantara itu mulai didatangi beberapa orang dengan bawaan tas dan rangsel, ada juga diantara mereka yang membawa koper besar. Yeah ini berarti benar bahwa agen ini akan buka jam 5 dan saya bisa segera dapet tiket sebelum memutuskan untuk berkeliling sebentar karena rencananya saya akan mengambil jadwal yang 9 pagi ke Jogja.
Jam5 tepat saat pintu rolling door yang menutup itu mulai dibuka, wau ternyata di negri ini masih ada juga tempat yang tepat waktu. Setetelah terbuka sempurna semua orang yang tadi beramai-ramai didepan serempak masuk kedalam termasuk saya dan saat mata saya tertuju pada jadwal yang terpampang besar di tembok saya tidam memukan jadwal keberangkatan ke Jogja, WTF!
Read more

Kepleset Jakarta,

Hari ini saya kembali tersesat pagi-pagi ditempat yang sama persis seperti kurang lebih enam bulan yang lalu. Dan merenung sebentar ditempat itu membuat saya sadar bahwa banyak yang telah saya lupakan dalam hidup saya dan salah satunya adalah berbagi kegaulauan dalam tulisan tidak jelas yang mungkin hanya 1% dari semua yang membaca faham tentang kegalauan yang saya tuliskan.

Dan diantara kegalaun yang ingin saya bagi malam ini adalah tentang kota dimana saya kemudian mengingat tentang lahan curhat ini. Ya, kali ini saya akan cerita tentang sebuah kota yang dikenal sangat kejam oleh beberapa kalangan dan bahkan ada ungkapan yang menyebutkan bahwa kota ini lebih kejam dari ibu tiri, bahkan ditempat saya duduk tadi pagi terpajang spanduk himbauan dari Gubernurnya untuk para pemudik agar menyampaikan kepada saudaranya di kampung bahwa di kota ini susah mencari kerja dan biaya hidup mahal. Mungkin ini sedikit bentuk kefrustasian jajaran pemda karena setiap musim mudik lebaran begini begitu banyak manusia yang masih saja tergiur untuk mengadu nasib dikota ini yang alhasil menambah jumlah manusia makin banyak dikota ini dan semakin sesak pula ruang yang ada di sini.
Read more

Angringan Vs Burjo

Tanpa terasa sudah 4,5 tahun saya merentau di kota kelahiran orang tua saya, kota yang kini baru saja berbenah dari amukan Merapi beberapa bulan yang lalu dan sekarang sedang geger oleh isu “keistimewaan” yang tak pernah ada ujungnya. Tapi kali ini saya tidak akan membahas tentang itu semua karena bagi saya ada sesuatu yang lebih menarik dari JOGJA untuk saat ini…

Danyang menarik itu adalah hal-hal yang pasti akan saya rindukan ketika harus meninggalkan kota ini nantinya dan berikut saya akan coba ulas apa saja yang menarik di Jogja menurut saya dan yang pasti hal-hal tersebut yang akan membuat saya selalu merindukan Jogja.
Read more

selamat jalan “jejak kaki”

Karena disetiap perjalanan selalu ada akhirnya, walau tak terlihat ujungnya tapi yakinkah selama mata kita masih bisa memandang, kaki kita masih bisa melangkah, dan hati kita masih teguh kepada-Nya perjalanan ini akan menyenangkan dan penuh senyuman, selamat jalan tahun jejak kakiku dan selamat datang langkah baru…

Gadis “malam itu”

Ada yang hilang di malamku
Ada yang kurang di waktu itu,,

Kemarin aku menyapamu dan kemudian kita seolah-olah bertemu
bercerita banyak tentang hari itu
Kemarin ada doa disetiap akhir hariku untuk bertemu denganmu
di dalam alam mimpiku
Mengingatmu menjelang tertutup seluruh kelopak mataku dan
tersenyum setelah membayangkan sosokmu

Mungkinkah itu yang yang kurindu di malam-malamku?
Benarkah aku menunggu moment itu?
Untuk bercerita denganmu
Menjadi bagian dari cerita dalam hari-harimu

Tapi kau bukan milikku, dan malam itu
Mungkin hanya malam itu saja kau milikku
Karena kau telah hilang dari malam-malamku
Dan menjalani sebenar-benarnya malam-malammu
Bersama orang yang berhak akan separuh hidupmu

Return top