31 Juli 2012

Tidak ada yang spesial hari ini, tidak pula ada yang sesuatu yang menarik yang membuat tanganku kembali ingin menari diatas puluhan huruf dan angka diatas keyboard komputerku. Hanya saja rasanya ada yang kepengen aku tulisan sedikit hal yang membuat bulan Juli begitu terasa berbeda.

Bulan ketujuh dalam kalender 2012 ini bertepatan dengan 15 bulan aku terdampar ditempat yang sekarang diam dan tidak bergerak seperti seharusnya. Tidak ada ombak besar yang baru, tidak ada badai yang aku lalui setelah 15 bulan lalu dan tidak ada pulau baru yang menambah daftar nama di buku catatan perjalanan hidupku.

Kapal kecilku harus berlayar lebih jauh dari ini, kapalku harus kubawa mengarungi lagi lautan bebas agar bisa makin kuat menghadapi ombak dan badai. Dermaga ini terlalu indah untuk ditinggali, dermaga ini terlalu nyaman disinggahi tapi aku seperti lupa bagaimana membaca kompas dan mengibarkan kembali layar perahuku. Lalu harus bagaimana kubawa perahu kecilku? Mungkinkah harus kucoba berlayar tanpa kompas dan hanya mengikuti kemana arah aliran air laut? Seharusnya aku lebih berani saat ini.


Sayur Jamur

Hari aku kembali merasa beruntung karena diberikan lagi sebuah pelajaran kehidupan dari keadaan. Bisa dibilang seminggu terakhir ini aku sangat menikmati hidup karena sedang ada bahasan RUPS di ladang penghuni aquarium mezanin jarang menampakkan dirinya alhasil aku bisa melihat matahari tenggelam di sepanjang jalanan pinggir kali malang yang biasanya aku lalui dalam keadaan gelap gulita.

Seperti biasa dengan kecepatan yang tak pernah jauh dari angka 40km/jam aku menaiki si biru dengan santai melewati rute wajib sepulang dari ladang, dan nangsang dulu diwarung makan sebelum masuk kandang. Sudang setahun lebih aku tinggal disini tapi dari sekian banyak tempat nyangsang sepulang kerja ada dua top chart yang selalu jadi pilihan warung padang dan warteg. 🙂 (continue reading…)

1 Comment more...

IBU

Ibu,
Disini aku menahan rindu
Aku sekarang jauh darimu

Ibu,
dulu aku selalu tak patuh padamu melawan dan enggan menuruti perintahmu
tapi kau tak pernah sedikitpun marah padaku
bahkan kau balas dengan senyum dari bibirmu

Ibu,
Dulu setiap pagi aku merepotkanmu
tak jarang malam-malam kau harus terbangun karena tangisanku
bahkan kau sering tak tertidur untuk menjagaku

Ibu,
Aku sekarang jauh darimu
tapi tak kurasakan berkurangnya kasih sayangmu
bahkan kau tak pernah lupa mendoakanku dalam setiap sujud malammu

Ibu,
Aku menyayangimu
tapi selalu saja tak mampu ku katakan itu
maafkan atas dosa-dosaku

Ibu,
Nasehatmu mu adalah semangat bagiku
Doa-doa mu adalah kekuatan bagiku
Terimakasih Ibu

-Dari anakmu, dalam rantau-


IBU : “Ketakutanku”

Sore itu aku masih larut dalam pekerjaan yang terpaksa aku bawa pulang sebagai PR liburan didepan laptop mini lamaku. Suasana teras sederhana sore itu mendadak mengembalikan ku pada masa SMA ku ketika datang ibuku dengan secangkir teh persis seperti 8 tahun lalu…

Tidak ada satu pun sel perasa dilidahku yang tidak setuju bahwa teh ibuku adalah teh terbaik yang pernah ada didunia, paduan tiada tanding antara teh,gula dan panasnya air sangat selalu menjadi juara di tangga rasa di otakku…

Sekejap kupalingkan pikiran dari laptop dan pekerjaan dan beralih pada ibuku yang tepat berada dihadapanku sekarang. Banyak cerita yang mengalir begitu saja dari kedua mulut kami, kami bercerita banyak hal seperti seorang teman lama yang baru bertemu setelah sekian lama terpisah. Dan itulah ibuku bukan cuma seorang ibu luar biasa tapi juga teman nomer satu di dunia.

Dan teman nomer satu di dunia itupun akhirnya bercerita tentang apa yang sedang mengganggu pikirannya saat itu, Aku terdiam mematung seketika saat kulihat air mata mulai mengalir dari sudut matanya mengiringi ceritanya.
(continue reading…)


“embun” di sore hari

Pagi ini aku terbangun menggenggam pertanyaan pertanyaan yang sampai larut tadi tak kutemukan jawabanya..

Kabut tipis yang tiba-tiba saja menyelimuti kota ini semakin menenggelamkan apa yang ku cari. Jauh kedalam dinginya pagi dan keheningan langit aku berdiam memandangi sisa kekuatan malam dalam bentuk butiran air yang ketakutan diujung dedaunan karena pagi yang akan mengantarnya pergi menguap dan menjalani siklus abadi yang tak akan pernah dia tahu kapan berhenti.
Seperti itukah mimpi?
Mendadak menjuat diujung otakku tentang apa yang sedang kucari, Muncul sebagai kekuatan besar dalam suatu saat lalu kemudian lenyap oleh keadaan dan muncul lagi suatu saat lalu kembali hilang karena keadaan? seperti siklus yang terus berputar bergantung pada hal yang sebenarnya sama dan waktu yang mungkin juga sama namun tak pernah kita sadari sepenuhnya. (continue reading…)


Mimpi

Mimpi,,
Seperti apa sebnarnya mimpi
Apakah seperti yang hilang saat aku terbangun dipagi hari

Mimpi,
Hari ini aku bertanya pada hati tentang mimpi
Mencari jauh kedalam lubuk diri tanpa henti
Tapi tak ada penjelasan tentang arti mimpi

Mimpi,
Kemarin aku mencari jauh sampai ketempat dimana kukira ada mimpi
Tapi kemudian aku justru tersesat dan kembali tanpa penjelasan berarti

Mimpi,
Aku dulu pernah diajari tentang ini
tentang bagaimana harus memelihara mimpi
(continue reading…)


Renungan untuk “Ayah dan Ibu”

Hari ini banyak saya habiskan di depan layar Fujitsu saya, dengan koneksi yang pas-pasan alias limit akhirnya saya putuskan untuk mengudak udak page Facebook saya mulai dari awal saya join sampai saat-saat menjadi remaja galau, hahaha

Dan akhirnya saya menemukan sebuah coment luar biasa dari seorang teman bernama Irfan Sudrajat Subroto, dalam salah satu note yang saya tulis untuk Ayahku. Saya ingat betul dulu saya sempat menangis setelah membaca coment ini, dan sekarang pun saya masih tetap menangis ternyata. Karena hal itulah saya putuskan untuk memuat penuh semua coment itu dalam postingan saya kali ini, dan semoga ini bisa jadi insprirasi untuk kita semua 🙂
Nah berikut coment lengkap itu, Selamat memnikmati (continue reading…)


Le Petit Prince

Belakangan ini rasanya hidup saya makin ribet saja, banyak sekali bercampur aduk pemikiran tentang hal yang mungkin sebenarnya saya sendiri belum bisa mengerti sepenuhnya.. Sampai akhirnya ada yang merekomendasikan untuk membaca buku terjemahan karya penulis perancis Antoine de Saint-Exupery yang hanya setebal 100 halaman. Buku yang tidak sampai sehari bisa habis dibaca namun bisa mengajarkan banyak hal pada pemikiran hidup saya selama ini yang ternyata hanya terjebak pada pemikiran saja. Buku berjudul asli “Le Petit Prince” atau yang kemudia disadur kedalam bahasa inggris menjadi “The Little Prince” ini benar-benar mampu memberikan tramparan pada pemikiran saya selama ini.

Okay cukup sudah sekilas info komersilnya…
Karena sekarang saya mau membahas petiukan-petikan dari buku itu yang mungkin bisa jadi insprirasi untuk kita semua. (continue reading…)


Demo untuk rakyat??

Demo,,

Rasanya sangat aneh kalo sekarang ini berita di TV tidak membahas tentang demo kenaikan BBM, sesungguhnya benarkah para demonstran itu memperjuangkan nasib rakyat?

Saya punya sebuah cerita tentang efek dari demo yang sekarang sedang hangat, yang katanya memperjuangkan nasib rakyat.

Karena demo yang sedang ramai melanda ada sebuah perubahan drastis yang saya rasakan ditempat kerja saya sekarang, yah mulai kemarin sore pabrik ditutup karena kita tidak bisa kirim barang akibat efek dari demo yang melanda akhir-akhir ini. Dan penutupan sementara yang mungkin akan lama ini setidaknya telah menghambat nafkah dari 1000 karyawan yang masing-masing rata-rata mewakili dua mulut untuk dikasih makan, artinya ada sekitar 2000 orang yang saat ini sedang terancam terganggu jadwal makan mereka.

Barangkali memang ini tidak bisa digeneralisir bahwa demo sesungguhnya malah membuat rakyat sengsara, tapi semoga bisa menjadi renungan kita bersama bahwa cara ini bukan cara terbaik untuk memperjuangkan nasib rakyat! Karena kenyataannya justru menimbulkan efek buruk bagi rakyat. Mari kita renungkan sejenak teman-teman


Jogja!! 120km ke selatan

Matahari masih malas saat saya turun dari bis Shantika jurusan jakarta kudus tepat diseberang sungai yang banyak disebut orang dengan nama kali banteng.Yah this is not my destination karena tujuan saya sebenarnya adalah kota bakpia, namun kali ini saya mencoba eksperimen baru dengan singgah dulu di kota lumpia dan fatalnya adalah bis yang saya tumpangi tiba lebih cepat dari prediksi saya sebelumnya.

Nampaknya kemarin sore sebelum berangkat tu supir bis habis putus cinta atau mungkin habis nembek cewek dan ditolak lalu melampiaskannya kekesalannya dengan menginjak pedal gas dalam-dalam saat menyetir. Alhasil sering terjadi teriakan spontan “Astagfirulaah” dari hampir seluruh penumpang bis dengan 28 kursi itu. Terikan yang tanpa komando namun selalu serempak dan kompak, nampaknya ini supir berbakat juga jadi composer selain jadi pembalap jalanan.

Kembali pada nasib saya yang terdampar pagi-pagi buta tanpa tahu arah barat, timur, utara dan selatan karena saat sholat subuh disebuah SPBU di kali banteng saya merasa menghadap ke utara bukannya ke barat. Meskipun ini kepagian setidaknya ini sesuai dengan rencana karena tak jauh dari tempat saya turun tadi sudah terlihat dengan gagah agen bis berdiri diseberang jalan, yang walau masih tutup setidaknya saya bisa bersyukur karena itu berarti semua akan sesuai dengan rencana.
Hampir jam 5 pagi saat agen bis Nusantara itu mulai didatangi beberapa orang dengan bawaan tas dan rangsel, ada juga diantara mereka yang membawa koper besar. Yeah ini berarti benar bahwa agen ini akan buka jam 5 dan saya bisa segera dapet tiket sebelum memutuskan untuk berkeliling sebentar karena rencananya saya akan mengambil jadwal yang 9 pagi ke Jogja.
Jam5 tepat saat pintu rolling door yang menutup itu mulai dibuka, wau ternyata di negri ini masih ada juga tempat yang tepat waktu. Setetelah terbuka sempurna semua orang yang tadi beramai-ramai didepan serempak masuk kedalam termasuk saya dan saat mata saya tertuju pada jadwal yang terpampang besar di tembok saya tidam memukan jadwal keberangkatan ke Jogja, WTF!
(continue reading…)


Copyright © 1996-2010 Tentang Kita dan Sekitarnya. All rights reserved.
iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress