Puisi

Tersesat

Dalam hening aku berdiri tepat ditengah kota ini
Disaat semua kehidupan berjalan dengan cepat aku masih diam berdiri

Air mata hampir jatuh setelah satu jam kelopak mataku menahan
Aku tetap diam, menyaksikan kehidupan yang terus berjalan

Hari ini sekali lagi aku merasakan apa yang disebut kebimbangan
Harus kemana aku mengambil jalan, Aku terhenti tepat dipersimpangan

Terdiam dalam keramaian, aku terus mencoba mencari ketenangan
Tanpa aku sadari semua berjalan dan aku tetap diam

Dalam keraguan aku mencoba menentukan, kemana kaki ini akan kulangkahkan
Dan aku tersadar aku tersesat saat ini, aku tersesat di kota ini

Logika dan hati terus beradu, kakiku bergetar, mataku nanar dan akhirnya
Langkahku tetap tertahan…

Tuhan tunjukan aku jalan, ijinkan aku serahkan mimpiku pada takdir-Mu
Tuhan aku lelah sendirian, rengkuh aku Tuhan temui aku dalam sujudku.


IBU

Ibu,
Disini aku menahan rindu
Aku sekarang jauh darimu

Ibu,
dulu aku selalu tak patuh padamu melawan dan enggan menuruti perintahmu
tapi kau tak pernah sedikitpun marah padaku
bahkan kau balas dengan senyum dari bibirmu

Ibu,
Dulu setiap pagi aku merepotkanmu
tak jarang malam-malam kau harus terbangun karena tangisanku
bahkan kau sering tak tertidur untuk menjagaku

Ibu,
Aku sekarang jauh darimu
tapi tak kurasakan berkurangnya kasih sayangmu
bahkan kau tak pernah lupa mendoakanku dalam setiap sujud malammu

Ibu,
Aku menyayangimu
tapi selalu saja tak mampu ku katakan itu
maafkan atas dosa-dosaku

Ibu,
Nasehatmu mu adalah semangat bagiku
Doa-doa mu adalah kekuatan bagiku
Terimakasih Ibu

-Dari anakmu, dalam rantau-


Mimpi

Mimpi,,
Seperti apa sebnarnya mimpi
Apakah seperti yang hilang saat aku terbangun dipagi hari

Mimpi,
Hari ini aku bertanya pada hati tentang mimpi
Mencari jauh kedalam lubuk diri tanpa henti
Tapi tak ada penjelasan tentang arti mimpi

Mimpi,
Kemarin aku mencari jauh sampai ketempat dimana kukira ada mimpi
Tapi kemudian aku justru tersesat dan kembali tanpa penjelasan berarti

Mimpi,
Aku dulu pernah diajari tentang ini
tentang bagaimana harus memelihara mimpi
(continue reading…)


Gadis “malam itu”

Ada yang hilang di malamku
Ada yang kurang di waktu itu,,

Kemarin aku menyapamu dan kemudian kita seolah-olah bertemu
bercerita banyak tentang hari itu
Kemarin ada doa disetiap akhir hariku untuk bertemu denganmu
di dalam alam mimpiku
Mengingatmu menjelang tertutup seluruh kelopak mataku dan
tersenyum setelah membayangkan sosokmu

Mungkinkah itu yang yang kurindu di malam-malamku?
Benarkah aku menunggu moment itu?
Untuk bercerita denganmu
Menjadi bagian dari cerita dalam hari-harimu

Tapi kau bukan milikku, dan malam itu
Mungkin hanya malam itu saja kau milikku
Karena kau telah hilang dari malam-malamku
Dan menjalani sebenar-benarnya malam-malammu
Bersama orang yang berhak akan separuh hidupmu


Kehilangan

kita tidak akan merasa menyesal ketika kehilangannya
kita juga tak akan menangisi karena kepergiannya

karena kita tidak pernah menyadari betapa berharganya
seberapa besarnya pengaruhnya untuk kita…

dia yang akan selalu pergi
dia yang takkan pernah kita sadari
dia yang takkan pernah kembali

dia adalah usia kita,
dia adalah umur kita
dia adalah masa hidup kita

hari ini dia kembali merayakan setahun kepergiannya
tanpa kita tahu sampai kapan dia bisa merayakannya


Renungan untuk Ayah

ayah…
dulu tak kulihat sosok tangguhmu
dulu aku hanya tahu kau ayahku, hanya itu..
sebelum aku tersadar seperti apa beratnya beban dipundakmu

hingga kini aku masih diam berada dipundakmu
walau ku tahu badanmu tak sekuat dulu
otot dan daging kuat yang dulu membalut tubuhmu
kini hanya tinggal kulit tipis yang menutupi tulang-tulangmu
(continue reading…)


Copyright © 1996-2010 Tentang Kita dan Sekitarnya. All rights reserved.
iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress